Transformasi Kompetensi Pustakawan dalam Menghadapi Era Kecerdasan Buatan di Perpustakaan Perguruan Tinggi
DOI:
https://doi.org/10.24036/90r15224Keywords:
kompetensi pustakawan, kecerdasan buatan, keterampilan teknis, keterampilan non-teknis, transformasi profesionalAbstract
Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dapat mendorong terjadinya transformasi dalam layanan dan pengelolaan perpustakaan, yang berdampak pada perubahan kompetensi pustakawan. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji transformasi kompetensi pustakawan di era AI dengan fokus pada kompetensi teknis, kompetensi non-teknis, serta strategi penguatan kompetensi di lingkungan perpustakaan perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dengan Google Form terhadap pustakawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi kompetensi teknis dengan adanya peningkatan kemampuan pustakawan dalam memanfaatkan teknologi berbasis kecerdasan buatan, seperti otomasi layanan, temu kembali informasi, serta pengelolaan data digital. Aspek non-teknis menuntut pustakawan untuk memiliki kemampuan pembelajaran sepanjang hayat, kolaborasi dan komunikasi, berpikir kritis, etika profesional, serta kemampuan penelitian dan pemecahan masalah. Strategi penguatan kompetensi pustakawan meliputi pelatihan teknis dan etika AI secara berkala dan berkelanjutan, kolaborasi lintas unit, penguatan peran pustakawan sebagai kurator pengetahuan, serta pengembangan pedoman etika dalam pemanfaatan AI. Transformasi kompetensi pustakawan di era kecerdasan buatan tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga mencakup aspek non-teknis seperti dimensi kognitif, sosial, dan etika yang didukung oleh strategi institusional yang berkelanjutan. Hasil penelitian menekankan pentingnya pustakawan yang dapat menyesuaikan diri dan mendukung akses informasi di lingkungan digital.

